BLOGGER TEMPLATE

Ads 468x60px

KELUHAN KESEHATAN AKIBAT PENGGUNAAN LAPTOP PADA MAHASISWA



















ABSTRAK

Penggunaan laptop dikalangan mahasiswa khususnya mahasiswa FKM UI
menunjukkan kecenderungan yang meningkat. Hal ini juga disebabkan harga laptop sudah
lebih murah namun disertai dengan fasilitas yang cukup memadai. Intensitas penggunaan
yang tinggi ternyata berisiko untuk menyebabkan terjadinya keluhan kesehatan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui keluhan kesehatan akibat penggunaan laptop pada mahasiswa.
Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan studi cross-sectional. Sampel
penelitian adalah Mahasiswa FKM UI yang menggunakan laptop yang berjumlah 100 orang
dengan menggunakan teknik simple random sampling. Lokasi penelitian di Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok. Pengambilan data dilakukan dengan
menggunakan kuesioner, wawancara serta observasi. Hasil penelitian didapatkan 97%
responden mengalami keluhan kesehatan. Bagian tubuh yang banyak dikeluhkan adalah
bagian leher, mata, bahu, punggung bagian atas dan pergelangan tangan. Bagian tubuh yang
paling sedikit dikeluhkan adalah pergelangan kaki. Diketahui bahwa 91,8 % dari responden
yang mengalami keluhan kesehatan termasuk dalam penggunaan laptop yang berisiko tinggi.
Disarankan mahasiswa menggunakan laptop sesuai dengan fungsinya dan mengikuti
pertimbangan ergonomis produsen diharapkan melengkapi paket produknya dengan informasi
tentang cara penggunaan laptop yang aman dan sehat.

PENDAHULUAN

Penggunaan komputer dalam bekerja
sangat membantu dan memudahkan
manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Penggunaan komputer dewasa ini sudah
merambah semua lapisan masyaraka baik
komputer desktop maupun laptop. Akhirakhir
ini penggunaan laptop semakin
menjadi primadona dibandingkan dengan
komputer desktop. Menurut Dewan Pembina
Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia
(Apkomindo) DIY sekaligus Direktur Wisno
Grahakom Willy Sudjono, Kamis (28/6)
menyatakan bahwa harga laptop termurah
saat ini berkisar Rp 4 juta-Rp 5 juta per unit,
sementara harga komputer desktop antara Rp
3 juta-Rp 4 juta. "Dengan selisih harga yang
tidak terlalu jauh, masyarakat lebih memilih
Laptop karena sifatnya lebih fleksibel dan
fashionable. Pasar terbesarnya adalah kalangan
pelajar, mahasiswa, dan profesional
muda. Untuk masa mendatang, pasar laptop
akan terus merambah ke kalangan pelajar
SMA,"
Dalam dunia pendidikan, Australia
adalah negara pelopor penggunaan laptop
dalam lingkungan sekolah, laptop sangat
diminati karena dapat digunakan dimana saja
dan juga penggunaan laptop memberikan
dampak positif bagi proses belajar dan
mengajar (Shears 1995 dan McDonald
1995). Di Fakultas Keseha-tan Masyarakat
Universitas Indonesia (FKM UI) saat ini
juga banyak mahasiswa yang membawa dan
menggunakan Laptop untuk membantu
mereka dalam proses perkuliahan baik dalam
mengerjakan tugas maupun untuk akses
internet. Disamping itu pihak fakultas juga
telah menyediakan fasilitas internet
(wireless) terhitung sejak dua tahun yang
lalu yang tersebar pada empat area yaitu
pada gedung A, B, F dan G. Dengan fasilitas
ini mahasiswa dapat menggunakan internet
dengan gratis.
Selain memberikan dampak positif,
ternyata penggunaan laptop juga menimbulkan
dampak yang negatif karena desain
monitor yang menempel pada keyboard akan
memberikan masalah bagi para penggunanya.
Penggunaan laptop yang meningkat
dikalangan mahasiswa FKM UI serta
seringkali digunakan dalam waktu yang
lama berisiko untuk menimbulkan keluhan
kesehatan terkait dengan penggunaan laptop.
Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu
penelitian untuk mengetahui keluhan kesehatan
dan faktor risiko akibat penggunaan
laptop di kalangan mahasiswa FKM UI.

TEORI DAN TATA KERJA

Pengertian Laptop

Laptop (dikenal juga dengan istilah
notebook/powerbook) adalah komputer
portabel (kecil dan dapat dibawa ke manamana
dengan mudah) yang terintegrasi pada
sebuah casing. Beratnya berkisar dari 1
hingga 6 kilogram tergantung dari uku-ran,
bahan dan spesifikasi. Sumber listrik berasal
dari baterai atau A/C adaptor yang dapat
digunakan untuk mengisi ulang bate-rai dan
menyalakan laptop itu sendiri. Baterai laptop
pada umumnya dapat bertahan sekitar 1
hingga 6 jam bergantung pada cara
pemakaian, spesifikasi, dan ukuran baterai.
(http://id.wikipedia.org /wiki/Laptop)
Sebagai komputer pribadi, laptop
memiliki fungsi yang sama dengan Komputer
Desktop meskipun dengan kemampuan
yang lebih rendah. Komponen yang
terdapat didalamnya adalah sama dengan
yang terdapat pada Komputer Desktop
dengan ukuran yang diperkecil, lebih ringan,
tidak panas dan irit listrik. Laptop kebanyakan
menggunakan layar LCD (Liquid
Crystal Display) berukuran 10 inci hingga
17 inci bergantung dari ukuran laptop itu
sendiri. Selain itu, keyboard yang terdapat
pada laptop juga dilengkapi dengan
touchpad atau dikenal juga sebagai trackpad
yang berfungsi sebagai pengge-rak kursor
mouse. Keyboard dan Mouse tambahan
dapat dipasang melalui soket USB (universal
serial bus).
(http://id.wikipedia.org/wiki/Laptop)
Berbeda dengan komputer desktop
(PC) laptop atau yang sering juga disebut
notebook memiliki komponen-komponen
pendukung yang didesain secara khusus.
Komponen tersebut didesain untuk mengakomodasi
portabilitas dari laptop. Sifat
utama yang dimiliki oleh komponen penyusun
laptop adalah ukuran yang kecil, hemat
dalam konsumsi energi, dan efisien.

Karakteristik Laptop ditinjau dari segi ergonomis
Karena terdapat perbedaan antara PC
dengan laptop maka akan terdapat perbe
daan-perbedaan antara desain PC dan laptop.
Begitu juga jika ditinjau dalam segi ergonomis
karena desain keyborad pada laptop
menyatu dengan layarnya serta ukuran
laptop yang kecil,

Dampak Kesehatan Akibat Penggunaan Laptop

Dampak kesehatan yang dapat terjadi
pada pengguna laptop hampir sama dengan
dampak kesehatan pada pengguna komputer
PC. Secara umum dampak kesehatan akibat
pemakaian laptop adalah:

a. Gangguan Muskuloskeletal

Gangguan muskuloskeletal adalah
keluhan pada bagian-bagian otot skeletal
yang dirasakan oleh seseorang mulai
dari keluhan sangat ringan sampai sangat
sakit (Tarwaka et.al, 2004). Keluhan otot
skeletal pada umumnya terjadi karena
kontraksi otot yang berlebihan akibat
pemberian beban kerja yang terlalu berat
dengan durasi pembebanan yang panjang
Dalam penelitian ini istilah gangguan
muskuloskeletal akibat penggunaan
laptop dipakai istilah Cummulative
Trauma Disorders (CTD). Menurut
United Kingdom, Cummulative Trauma
Disorders adalah nyeri muskuloskeletal
yang tetap dan selalu muncul akibat
trauma setelah 6 (enam) minggu.
Standar ergonomic OSHA mengatakan
bahwa “work-related muskuloskeletal
disorder” termasuk CTD disebabkan
atau diperberat oleh faktor risiko yang
ada di tempat kerja, termasuk tanda atau
gejala yang menetap setidaknya selama 7
hari, atau secara klinis didiagnosa workrelated
muskuloskeletal disorder.
Faktor tempat kerja yang mengakibatkan
CTD termasuk peralatan yang
tidak sesuai, waktu kerja tanpa istirahat,
pekerjaan berat yang berulang, kurangnya
variasi pekerjaan, tidak adekuatnya
waktu istirahat saat kerja, kondisi fisik
yang lemah, posisi kerja yang salah,
penggunaan tenaga berlebihan, kurangnya
body mechanics, gerakan memutar,
postur, posisi, vibrasi, kondisi lingkungan
kerja terlalu dingin atau panas,
membawa, mengangkat, mendorong,
cahaya yang tidak sesuai, faktor psikososial
dan gender. Straker (2000)
menyatakan bahwa walaupun desain
tempat kerja telah mengikuti aturanaturan
ergonomi, tetapi selama pekerjaannya
menggunakan laptop pasti akan
menimbulkan keluhan kesehatan (Cummulative
Trauma Disorder)

b. Gangguan Penglihatan

Keluhan yang akan ditimbulkan akibat
penggunaan laptop pada mata hampir
sama dengan keluhan yang ditimbulkan
akibat penggunaan komputer PC.
Grandjean (1981) dalam Oborne (1995)
membedakan keluhan dari pengguna
Visual Display Unit termasuk laptop
menjadi dua jenis, yaitu:
• Visual discomfort, dengan gejala
mata terasa sakit, panas, lelah, sakit
yang menusuk, dan pusing
• Visual impairment, dengan kejala
penglihatan kabur (rabun dekat dan
jauh) berkedip dan ganda
Menurut Grandjean (1993) penerangan
yang tidak didesain dengan baik akan
menimbulkan gangguan atau kelelahan
penglihatan selama bekerja. Pengaruh
dari penerangan yang kurang memenuhi
syarat akan mengakibatkan kelelahan
mata, kelelahan mental, keluhan pegal di
daerah mata dan sakit kepala di sekitar
mata, kerusakan organ mata, dan
gangguan mata lainnya.

c. Gangguan lainnya

Pengguna laptop yang meletakkan laptop
di atas paha dalam waktu yang lama
akan mengakibatkan masalah pada
tubuh, selain itu juga akan mengganggu
fertilitas pada remaja dan lelaki dewasa.
Dr. Sheynkin menyatakan duduk dengan
paha saling menempel dan diletakkan
laptop yang belum aktif saja dapat
menyebabkan kenaikan suhu skrotum
sebesar 2,10C. Penelitian dimasa lalu
menyebutkan bahwa peningkatan suhu
skrotum antara 10C dan 2,90C menimbulkan
efek negatif dalam produksi
sprema dan potensi menimbulkan infertilitas.

Faktor Risiko Ergonomi terkait Penggunaan Laptop
1. Postur

Postur tubuh pada saat bekerja
dengan laptop umumnya dalam posisi
duduk. Pengguna laptop harus mempertahankan
postur tubuh dengan posisi kepala,
tangan, dan telapak tangan pada keadaan
yang tetap. Ada berbagai macam posisi
duduk tergantung dari kriteria manusia dan
desain tempat duduk. Dibandingkan posisi
berdiri, posisi duduk jauh lebih stabil dimana
seluruh tubuh ditopang oleh permukaan yang
relatif lebih besar dan secara umum dapat
mengistirahatkan otot pada anggota gerak
bawah. Saat duduk, lutut akan menekuk
(fleksi) membentuk sudut 900, begitupun
pada paha dan batang tubuh. Sebagian berat
ditopang oleh ischial tuberosities.
Sejumlah keluhan dari gangguan sistem
muskuloskeletal berhubungan dengan
postur tubuh. Daerah lumbal, leher, bahu dan
lengan bawah merupakan bagian tubuh yang
paling sering terkena gangguan berhubungan
dengan postur tubuh. Rasa sakit tersebut
dirasakan baik setelah pajanan dalam waktu
singkat ataupun lama. Biasanya rasa sakit
pada daerah tersebut setelah meningkatnya
periode dari postural stress dan kurangnya
istirahat pada daerah tersebut. (Pheasant,
1986)
Greig et al. (in preparation) juga menyebutkan
bahwa, penggunaan laptop akan
menyebabkan kepala condong ke depan,
leher menunduk, dan sudut antara mata
dengan leher akan lebih besar dibandingkan
dengan penggunaan komputer.

2. Durasi

Batasan durasi untuk faktor risiko tidak
dapat dipisahkan dengan faktor risiko
lainnya, contohnya tenaga/pergerakan
berulang/postur selama melakukan pekerjaan
perakitan). Durasi telah dihu-bungkan
dengan cidera pada beberapa pekerjaan
tertentu yang melibatkan interaksi faktorfaktor
risiko. Durasi maksimal penggu-naan
Laptop dalam satu hari adalah 2 jam (Laptop
and Notebook Computer Guidelines),

3. Frekuensi

Frekuensi penggunaan laptop tidak
dapat dipisahkan dengan durasi seseorang
menggunakan Laptop. Oleh karena itu tidak
ada aturan tertentu mengenai durasi
penggunaan laptop. Tetapi walaupun seseorang
menggunakan laptop dalam waktu yang
lama tapi tidak dalam frekuensi yang sering
maka keluhan yang ditimbulkan akan lebih
ringan dibandingkan oleh orang yang sering
menggunakan laptop (setiap hari). Straker
(2000) dalam penelitiannya mengenai penggunaan
laptop pada anak sekolah dasar di
Australia menyebutkan bahwa anak-anak
yang duduk di kelas yang lebih tinggi, yang
juga lebih padat pelajarannya dan juga lebih
sering menggunakan laptop mengalami keluhan
kesehatan yang lebih banyak.

4. Kondisi Desain Tempat Kerja

Oleh karena laptop banyak digunakan
pada posisi duduk maka desain kerja
yang perlu diatur adalah desain kerja duduk.
Pada pekerjaan yang dilakukan dengan
posisi duduk, tempat duduk yang dipakai
harus memungkinkan untuk melakukan
variasi perubahan posisi. Ukuran tempat
duduk disesuaikan dengan dimensi ukuran
antropometri pemakainya. Fleksi lutut membentuk
sudut 900 dengan telapak kaki bertumpu
pada lantai atau injakan kaki
(Pheasant, 1988). Jika landasan terlalu
rendah, tulang belakang akan membungkuk
ke depan, dan jika terlalu tinggi bahu akan
terangkat dari posisi rileks, sehingga menyebabkan
bahu dan leher menjadi tidak
nyaman. Sanders & McCormick (1987)
memberikan pedoman untuk mengatur
ketinggian landasan kerja pada posisi duduk
sebagai berikut:
1. Jika memungkinkan menyediakan
meja yang dapat diatur ketinggiannya
2. Landasan kerja harus memungkinkan
lengan menggantung pada posisi rileks
dari bahu, dengan lengan bawah mendekati
posisi horizontal atau sedikit
menurun (sloping down slightly)
3. Ketinggian landasan kerja tidak
memerlukan fleksi tulang belakang
yang berlebihan.

5. Kondisi Lingkungan

Kondisi lingkungan tempat kerja terkait
dengan penggunaan laptop dapat dibedakan
menjadi 4 bagian yaitu pencahayaan,
temperatur, kebisingan, dan kelembaban.
Kondisi lingkungan yang baik saat penggunaan
laptop
Penerangan yang baik adalah penerangan
yang memungkinkan tenaga kerja
dapat melihat objek-objek yang dikerjakan
secara jelas (Suma’mur 1984). Secara umum
jenis penerangan atau pencahayaan dibedakan
menjadi dua yaitu penerangan buatan
(penerangan artificial) dan penerangan alamiah
(dari sinar matahari). Menurut
Grandjean (1993) penerangan yang tidak
didesain dengan baik akan, menimbulkan
gangguan atau kelelahan penglihatan selama
bekerja. Pengaruh dari penerangan yang
kurang memenuhi syarat akan mengakibatkan:
1. Kelelahan mata sehingga berkurangnya
daya dan efisiensi kerja
2. Kelelahan mental
3. Keluhan pegal di daerah mata dan
sakit kepala di sekitar mata
4. Kerusakan indra mata, dan lainnya

6. Ukuran Laptop

Dalam menentukan ukuran Laptop
yang digunakan apakah besar atau kecil
ditentukan berdasarkan pernyataan pada
“Ergonomic For Laptop User” bahwa laptop
dengan ukuran 14 atau 15 inci dapat bekerja
lebih baik untuk semua aplikasi, dengan
ukuran demikian maka pengguna dapat lebih
mudah untuk mengatur ketinggian monitor
agar sesuai dengan level mata. Jika ukuran
monitor kebih kecil, maka dibutuhkan
pengaturan yang lebih banyak. Jika tidak
akan menimbulkan postur leher yang
membungkuk ke depan.
Saito (2000) mengatakan bahwa
beberapa keyboard laptop memiliki ukuran
tuts yang lebih kecil dari ukuran keyboard
standar (19 mm) oleh karena itu akan
mengakibatkan posisi jari yang salah, terlebih
jika tangan pengguna besar. Posisi layar
akan lebih sesuai dengan level mata
sehingga pengguna tidak harus melakukan
gerakan menunduk yang berlebih jika
dibandingkan dengan laptop yang berukuran
kecil. Menurut Alan Hedge (2006) bahwa
semakin kecil laptop yang kita miliki maka
semakin kecil juga ukuran keyboard dan
monitor, oleh karena itu harus diperhatikan
apakah laptop yang
digunakan sesuai dengan
kebutuhan kita dan juga pastikan kita dapat
melihat dan mengetik dengan nyaman
dengan ukuran laptop yang digunakan.

7. Faktor Lainnya

• Riwayat Penyakit
Menurut Beth Loy, Ph.D dari US.
Departement of Labour beberapa kondisi
seperti patah dan/dislokasi tulang,
artritis, diabetes, gangguan kelenjar
thiroid, menopause, dan beberapa kondisi
lain dapat memberikan kontribusi bagi
timbulnya keluhan Cummulative Trauma
Disorders
• Tingkat kebugaran
Laporan NIOSH yang dikutip dari hasil
penelitian Cady et al. (1979) menyatakan
bahwa untuk tingkat kesegaran tubuh
rendah, maka risiko untuk terjadinya
keluhan adalah 7,1 %, tingkat kesegaran
tubuh sedang adalah 3,2 % dan tingkat
kesegaran tubuh tinggi adalah 0,8 %.
Hal ini juga diperkuat dengan laporan
Betti’e et al. (1989) yang menyatakan
bahwa hasil penelitian terhadap penerbang
dengan tingkat kesegaran tubuh
yang tinggi mempunyai risiko yang
sangat kecil terhadap risiko cidera otot.

TATA KERJA
Penelitian dilakukan dengan menggunakan
desain cross setional. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan kuesioner
pada 100 orang mahasiswa yang menggunakan
laptop di lingkungan kampus
dengan teknik pengambilan sampel secara
acak sederhana (simple random sampling).
Penyebaran dan pengisian kuesioner
dilakukan pada area penggunaan laptop di
FKM UI seperti taman mangga, perpustakaan
dan laboratorium komputer. Karekterisitik
responden penelitian terbagi atas dua
bagian yaitu 65 responden (75%) adalah
mahasiswa S1 dan 35 responden (35%)
adalah mahasiswa S2. Pengolahan data
dilakukan secara univariat dan bivariat.

HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Keluhan Kesehatan Akibat Penggunaan
Laptop

Berdasarkan pengumpulan data
dengan kuesioner terhadap 100 orang mahasiswa
yang menggunakan laptop, diketahui
bahwa tidak semua responden mengalami
keluhan kesehatan. Sebanyak 3 responden (3
%) sama sekali tidak mengalami keluhan dan
sisanya 97 responden (97%) mengalami
keluhan kesehatan.

Gambaran area tubuh yang mengalami
keluhan akibat penggunaan laptop seperti
pada gambar 4 menunjukkan bahwa area
leher adalah area yang paling banyak dikeluhkan
oleh responden dan yang kedua
adalah area mata. Dan cukup banyak juga
responden yang mengalami keluhan pada
bagian ekstrimitas bawahnya termasuk
bagian pinggang sampai ke pergelangan
kaki. Bagian tubuh yang paling sedikit
dikeluhkan oleh responden adalah bagian
pergelangan kaki.

b. Tingkat Keluhan

Setelah dilakukan analisis mengenai
ada tidaknya keluhan kesehatan pada responden
yang menggunakan laptop, maka responden
yang di kategorikan memiliki keluhan
kesehatan, dibedakan menurut tingkat
keluhan berat dan ringan berdasarkan derajat
keparahan yang dirasakan responden. Tabel
3 menjelaskan tingkat keluhan dari 97
responden.

c. Analisis Faktor Risiko dengan Keluhan
Kesehatan

1. Postur Saat Menggunakan Laptop

Dari 97 orang responden yang mengalami
keluhan kesehatan dapat diketahui
distribusi postur yang dilakukan responden
saat menggunakan laptop bahwa
hampir semua responden melakukan postur
yang berisiko saat menggunakan laptop
yaitu sebanyak 94 responden (97 %).
Pada tabel 4 terlihat bahwa distribusi
antara postur penggunaan laptop dengan
tingkat keluhan kesehatan terdapat 59
(62,8 %) dari 94 mahasiswa dengan
postur berisiko yang mengalami tingkat
mahasiswa dengan postur tidak berisiko
ada 1 (33,3%) dari 3 mahasiswa yang
mengalami keluhan kesehatan berat.
Responden yang posturnya berisiko
mempunyai peluang untuk mengalami
keluhan 3,3 kali lebih besar dibandingkan
dengan responden yang posturnya
tidak berisiko.

2. Durasi Penggunaan Laptop

Dalam menggunakan laptop diketahui
bahwa dari seluruh responden setiap
harinya sebanyak 82 responden (84,5 %)
menggunakan laptop lebih dari 2 jam
sedangkan 15 responden (15,5 %)

menggunakan laptop selama kurang dari
atau sama dengan 2 jam. Bila dilihat
distribusi antara durasi penggunaan
laptop dengan tingkat keluhan kesehatan
diketahui bahwa ada sebanyak 54 (65,9
%) dari 82 mahasiswa dengan durasi
penggunaan laptop > 2 jam yang mengalami
keluhan kesehatan berat, sedang
diantara mahasiswa dengan durasi penggunaan
laptop < 2 jam ada 6 (40 %) dari
15 yang mengalami keluhan kesehatan
berat.

3. Frekuensi Penggunaan Laptop

Menurut tingkat frekuensi penggunaan
laptop, distribusi frekuensi penggunaan
laptop tidak jauh berbeda antara responden
yang sering menggunakan laptop
dan responden yang kadang-kadang
menggunakan laptop setiap bulannya.
Sebanyak 52 responden (53,6%) merupakan
kategori yang sering menggunakan
laptop sedangkan 45 responden (46,4%)
menggunakan laptop dengan frekuensi
kadang-kadang. Distribusi antara frekuensi
penggunaan laptop dengan tingkat
keluhan kesehatan diperoleh bahwa
keluhan berat lebih banyak dialami oleh
responden yang frekuensi pemakaian
laptopnya kadang-kadang (68,9%) dari

45 responden. Sedangkan keluhan ringan
justru lebih banyak dirasakan oleh
responden yang frekuensi penggunaan
laptopnya tergo-long sering (44,2%) dari
52 responden. Hal ini terjadi dikarenakan
tingkat keluhan tidak hanya dipengaruhi
oleh faktor frekuensi pemakaian, tapi
justru durasi, postur, dan faktor lainnya
juga berpengaruh.

4. Kondisi Desain Tempat Kerja

Hasil kuesioner menunjukkan bahwa dari
seluruh responden yang mengalami
keluhan kesehatan dalam menggunakan
laptop baik saat di kampus maupun di
rumah/di tampat kos, sebanyak 95
responden (97,9%) menggunakan laptop
pada kondisi tempat kerja yang tidak
ergonomis dan hanya 2 responden
(2,1%) menggunakan laptop pada tempat
kerja yang ergonomis.
Pada tabel 4 terlihat bahwa sebagian
besar responden baik yang mempunyai
tingkat keluhan berat maupun ringan
mempunyai desain tempat kerja yang
tidak ergonomis saat bekerja dengan
laptop. Pada responden yang mempunyai
desain tempat kerja yang ergonomispun
masih ditemui yang mengalami keluhan
kesehatan yang berat. Hal ini disebabkan
karena secara desain laptop memang
tidak ergonomis, sehingga meskipun
tempat kerjanya cukup memadai, tetap
saja kemungkinan keluhan kesehatan
dapat terjadi apabila pemakaian laptop
dalam waktu yang lama dan tidak
menggunakan keyboard dan mouse
eksternal.

Laptop menunjukkan sebanyak 18
responden (18,6%) menyatakan menggunakan
laptop dalam kondisi lingkungan
yang tidak nyaman sedangkan 79
(81,4%) responden menyatakan kondisi
lingkungan saat menggunakan laptop
dalam kondisi yang nyaman. Hasil
analisis hubungan antara kondisi lingkungan
penggunaan laptop dengan tingkat
keluhan kesehatan diperoleh bahwa
15 (83,3%) dari 18 mahasiswa yang
menggunakan laptop dalam kondisi lingkungan
yang tidak nyaman mengalami
keluhan kesehatan berat, sedangkan di
antara mahasiswa yang menggunakan
laptop dalam kondisi lingkungan yang
nyaman, 45 (57%) diantaranya mengalami
keluhan kesehatan berat.
6. Ukuran Laptop yang Digunakan
Dari hasil analisis distribusi frekuensi
tentang ukuran laptop yang digunakan
diketahui bahwa sebanyak 60 responden
(61,9%) menggunakan laptop dengan
ukuran kecil yaitu kurang dari 14 inchi
dan sisanya 37 (38,1 ) responden
menggunakan laptop dengan ukuran
besar yaitu lebih besar atau sama dengan
14 inchi.

Pada tabel 4 terlihat bahwa semua
responden yang mengalami keluhan
kesehatan berat menggunakan laptop
dengan ukuran kurang dari 14 inchi.
Sedangkan responden yang menggunakan
laptop dengan ukuran besar atau 14
inchi atau lebih hanya mengalami keluhan
kesehatan yang ringan. Fenomena
ini menunjukkan bahwa ukuran laptop
yang digunakan sangat berkaitan dengan
risiko untuk mengalami keluhan kesehatan
akibat penggunaan laptop. Hasil ini
sejalan dengan pernyataan pada (“Expanding
the Boundaries of Campus Computing
Ergonomics”) bahwa rasa tidak
nyaman pada mata dan kepala merupakan
indikasi dari kecilnya ukuran layar
laptop yang digunakan dan juga
kejelasan dari layar, hal ini akan
mengakibatkan gangguan pada mata dan
rasa sakit kepala.
d. Analisis Hubungan Tingkat Risiko
dengan Tingkat Keluhan Kesehatan
Berdasarkan analisis faktor risiko
yang terdapat pada responden, selanjutnya
dianalisis untuk mendapatkan tingkat risiko
pada setiap responden. Dari hasil analsis
data diketahui tingkat risiko untuk menga
lami keluhan kesehatan pada responden
terlihat pada tabel 5.
Terdapat 89 responden (91,8%)
memiliki tingkat risiko yang tinggi sedangkan
hanya 8 responden (8,2%) yang memiliki
tingkat risiko sedang.

Hasil analisis hubungan antara
tingkat risiko dengan tingkat keluhan kesehatan
diperoleh bahwa ada sebanyak 58
(65,2%) mahasiswa dari 89 dengan tingkat
risiko tinggi yang mengalami keluhan
kesehatan berat, sedang diantara mahasiswa
dengan tingkat risiko sedang ada 2 (25%)
dari 8 mahasiswa yang mengalami keluhan
kesehatan berat. Dari hasil analisis diketahui
bahwa mahasiswa dengan tingkat risiko
tinggi mempunyai peluang 5,6 kali untuk
mengalami keluhan kesehatan dibandingkan
dengan mahasiswa dengan tingkat risiko
sedang.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian,
analisis data dan pembahasan maka disimpulkan
beberapa hal sebagai berikut :
a. Dari semua responden yaitu mahasiswa
FKM-UI yang menggunakan laptop
ternyata hampir semua pernah mengalami
keluhan kesehatan. Keluhan terbanyak
yang dirasakan pada leher dan
mata. Lebih dari 50 % responden
mengalami keluhan kesehatan masuk
dalam kategori tingkat keluhan berat.
b. 97,9 % responden melakukan postur
yang berisiko saat bekerja dengan
laptop.
c. 84,5 % menggunakan laptop > 2 jam.
d. Semua tempat di FKM-UI yang
digunakan untuk memakai laptop mempunyai
kursi/tempat duduk yang tidak
dapat diatur ketinggiannya.
e. Kebanyakan responden mengatakan
kondisi lingkungan penggunaan laptop
dari segi pencahayaan dan temperatur
sudah cukup nyaman.
f. Laptop yang berukuran < 14 inchi
banyak digunakan oleh responden.
Ukuran laptop yang < dari 14 inchi
(kecil) cenderung akan mengakibatkan
keluhan kesehatan yang lebih banyak.
g. Hampir semua responden memiliki
tingkat risiko yang tinggi untuk mengalami
keluhan kesehatan

SARAN
1. Bagi Mahasiswa/Pengguna Laptop
a) Usahakan untuk selalu menggunakan
desain tempat kerja yang ergonomis
seperti menggunakan kursi dan meja,
jaga agar postur tubuh seelalu dalam
posisi yang natural dan kika ingin
menggunakan laptop dalam waktu
yang lama, selingi dengan melakukan
peragangan otot (streatching)
b) Usahakan untuk berhenti sejenak
untuk mengistirahatkan mata dengan
melihat ke objek sejauh 6 m tiap
setengah jam selama beberapa menit.
c) Jaga intake minuman jika menggunakan
laptop untuk waktu yang lama
d) Kurangi penggunaan laptop pada
lingkungan yang mengakibatkan pantulan
sinar dan silau pada mata
e) Jika ingin menggunakan laptop
dalam waktu yang lama (> 2 jam)
sebaiknya gunakanlah mouse dan
keyboard eksternal untuk dapat
menyesuaikan jarak mata dan posisi
tangan.
f) Menggunakan cooling pad yang
diletakan di bawah permukaan laptop
untuk meminimalisasi paparan panas
yang dihasilkan oleh laptop.
2. Bagi Produsen Laptop
Melengkapi setiap produk yang dijual
dengan informasi/panduan mengenai
cara penggunaan laptop yang baik dan
aman untuk mencegah timbulnya gangguan
kesehatan pada pengguna. -->

0 komentar:

Posting Komentar